meski ku menunggu,malam tetap tak pernah menyelipkan sekeping denting rindu darimu
sesak rasanya menempatkan diri dalam rasa yg sia-sia
hanya menjdi tumbal untuk sebuah kemunafikan
jemu memang,melihatmu dalam berbagai lakon
berlari dan berkelakar dalam tawa,tak berhenti mengejar cerita
jika ada yg kelabu dari kata-kata maka akulah dia
tanpa rasa,diam ini sungguh sia-sia
seakan pagi yang cerah hari tak ada dalam genggaman
tapi,kita tempatkan saja waktu seperti yg kau mau
Ketika bintang mulai redup,cahaya bulan menggantinya..
aku rindu padanya yang dulu pernah mengajakku melihat bulan bersama
ingin rasanya melihatnya tetap di sini
entah kenapa dia berlalu pergi
tapi tak mengapa,kau memang tak seperti dulu
kau memang tak lagi muncul pada pagi,pada petang,pada kelam kalbu-kalbu
kita memang telah jauh,
kita tak lagi terbening pada cermin yang sama
mencintaimu,
sungguh melelahkan,
dan di dalamnya,aku terkubur pelan...perlahan....
No comments:
Post a Comment