Thursday, September 29, 2011

Tepi senja lagi

Hey senja,
aku ingin bicara,
aku ingin bercerita,
sampai juga kami di persimpangan ini,
langkah kami terhenti di sini,
di sini haru semakin tumpul,

kerikil-kerikil kecil itu terlalu tajam untuk kami asah,
kerikil itu berhasil mengikis rasa sampai jejemari berlumuran darah,
tawa itu hilang,
bulir-bulir lembut jatuh bersama dedaunan yang gugur,
dia lalu berbalik,langkah gontai kaki kurusnya
dia pun pergi,

hey senja..
aku masih ingin berkeluh kesah
diantara daun-daun yang turun menari,
jika ada yang kelabu dari kata maka akulah dia,
dan aku hanya konyol,
dan aku hanya menjadi,seperti sebatang daun talas yang di petiknya untuk melindunginya di saat hujan turun

Lalu,
saat tepukan hanya meninggalkan gema yang menggaung jauh di lembah hati,
aku sempat berpikir,jika setulus hati mencintai dia tidak akan pergi
Tapi sekarang,waktu hanya memberikanku,-kalau-
kalau berjodoh,
kalau cinta itu benar,mungkin akan bertemu lagi
semoga kami bertemu lagi dalam keadaan yang lebih baik suatu hari nanti



,

Friday, September 23, 2011

Hanya Petang

Entah takdir atau hati yang tidak sejalan,
pikiran-pikiranmu tentangku,
atau cara mencintaiku yang salah
semua yang tak bisa kau terima,semua yang salah

Merasa tidak sepenuh hati,
merasa tetap jauh,
merasa kau tidak ada di pagi dan sore hari
lalu hati ingin pergi,walau cinta terasa sangat hangat di hati

Tuhan,help

Hanya petang,penawar sejenak kegundahan ini
aku,si ombak pincang
berlari menyusuri pantai,hingga tepi,
aku menunggumu dalam buih dan denting gelombang

aku masih menulis,
jemari-jemari melempar kata ke seberang
aku bersenandung sendiri
larut dalam rindu yang latah
sampai kah alunan ini ke kakimu..?

Tuhan, help,
aku si ombak pincang mengakui ketidak berdayaanku
berkali-kali ku tantang matahari dan bintang jatuh,
namun nihil,
rindu ini karan diam-diam...


Wednesday, September 14, 2011

Bulan Merahku

Bayang-bayangmu di batas senja
cerita yang acuh,memaksa mengirim rindu hanya demi mengganti jemu

Hati yang gamang,
Logika-logika ku,
hanya semakin membunuh cinta yang memang dari awal tak seberapa
Bibit cinta sekecil ini,
apa iya bisa tumbuh kuat seperti batang pohon beringin yang berdahan banyak,yang berdaun hijau dan teduh??



***

Entah apa yang dia lihat dari aku
entah apa yang dia inginkan dari aku
Lantas bilang mencintaiku,
namun pada akhirnya aku hanya seperti makhluk kecil konyol yang tidak di anggapnya
cinta kuatku,seperti hanya menjadi bahan leluconnya
Tragis..


dia mungkin lupa
jika dia sedang berhadapan dengan sebuah hati yang lemah
seperti batang mawar layu
dia mungkin lupa
ketika memutuskan mencintai,dia tidak boleh menyakiti


Sayang,
aku hanya terlalu lemah dalam kisah ini
aku hanya sebuah hati yang ingin meminta bahagia darimu
Tenang sayang,
kamu tidak akan terlihat bodoh dan merendahkan dirimu,jika cinta yang tulus itu benar2 kau bagi padaku


***

Kan kubiarkan bunga rumput menjalar di tiap sisi cerita ini
jika aku sedih,ku harap kamu akan memetiknya lalu kamu kamu rangkai menjadi untaian bunga-bunga untukku,
aku ingin,kemudian senja berganti malam berbulan
lalu kita berdua,menikmati sinar bulan merah
dan biarkan malam menjadi saksi kita
di mana hanya ada kamu dan aku
dalam remang cahaya bulan..

Biarkan saja dunia dengan segala miliknya
biarkan saja jika dunia tak membagi kita apa-apa
tapi aku,akan membagi segala apapun untukmu
agar bulan yang indah itu sama-sama memerah sinarnya di hati kita..




Friday, September 9, 2011

Pagi ini

Hmm ... pagi yang indah,
udara yang baru saja lahir,
dan langit yang mulai tersenyum
dengan sinar yang mengawali hari
yang penuh kemungkinan.



Hati ini penuh syukur
karena diijinkan memulai kehidupan
untuk menjadi sebab
bagi retaknya senyum di wajah sesama,
merebaknya pengertian baru
yang mendamaikan hati,
dan menggelimangnya sinar harapan
bagi kebaikan hidup mereka dan keluarga.





Ohh ... hidup ini indah,
jika tujuan dan alasannya
 

adalah untuk melayani
bagi keindahan hati sesama.








*Mario Teguh*