Thursday, September 29, 2011

Tepi senja lagi

Hey senja,
aku ingin bicara,
aku ingin bercerita,
sampai juga kami di persimpangan ini,
langkah kami terhenti di sini,
di sini haru semakin tumpul,

kerikil-kerikil kecil itu terlalu tajam untuk kami asah,
kerikil itu berhasil mengikis rasa sampai jejemari berlumuran darah,
tawa itu hilang,
bulir-bulir lembut jatuh bersama dedaunan yang gugur,
dia lalu berbalik,langkah gontai kaki kurusnya
dia pun pergi,

hey senja..
aku masih ingin berkeluh kesah
diantara daun-daun yang turun menari,
jika ada yang kelabu dari kata maka akulah dia,
dan aku hanya konyol,
dan aku hanya menjadi,seperti sebatang daun talas yang di petiknya untuk melindunginya di saat hujan turun

Lalu,
saat tepukan hanya meninggalkan gema yang menggaung jauh di lembah hati,
aku sempat berpikir,jika setulus hati mencintai dia tidak akan pergi
Tapi sekarang,waktu hanya memberikanku,-kalau-
kalau berjodoh,
kalau cinta itu benar,mungkin akan bertemu lagi
semoga kami bertemu lagi dalam keadaan yang lebih baik suatu hari nanti



,

No comments:

Post a Comment