Aku benci,jika aku sedang seperti ini.
Merasa sakit sendiri,merasakan hati begitu perih hingga napas menjadi sesak.
Entah kenapa aku begitu merasa begitu rapuh lagi. Merasa kan sakit seperti mau mati saja. Badan lemas seperti tak bertulang,otak seperti bingung,linglung,buta arah,
perut terasa kosong tak berisi*lapar dong??gubraaakkk
Rada lebay*berlebihan,red* emaaaaaang.
Tapi jujur,itu yang kurasakan sekarang,ya sekarang.
Sesaat setelah ku merasa begitu kehilangan,sesaat setelah ku merasa aku tak pernah berarti. Ya mungkin berarti,tapi bukan dalam kapasitas yang aku inginkan. I need more..*ngarep*
*Lalu??
Jika sebelumnya aku tak pernah merasa kehilangan yang teramat sangat,mungkin hatiku lebih kuat mengahadapi apa yang terjadi sekarang. Organ hatiku seakan berkata begini padaku : "hey,apa kamu ga tau,saya sudah pernah sakit dan koma,saya pernah terpapar virus hingga saya terluka sampai-sampai hidung dan mulutmu muntah mengeluarkan darah?apa itu belum cukup buatmu,kenapa kamu terus-terusan seperti ingin menyakiti saya?"
Ya,hati saya memang terus menerus terasa seperti nyeri.
Bagaimana tidak, tidak ada yang benar-benar mau menjadi penyemangatnya,tidak ada yang benar-benar pasti hadir dan bekata "aku ada untukmu,menjagamu,dan tak akan pernah membuatmu terluka lagi"*bahasa sinetron buanget yak??Kalo luka pake betadine doooong..hahaha
Yah,seperti itulah hatiku sekarang,lebih rapuh dan sensitif,lebih mudah ketakutan dan merasa tertekan.
Masalah-masalah yang ku temukan di sekelilingku,membuatnya tambah parah,tapi itulah hidup. Haruslah berliku,baru terasa begitu bermakna. Klise,tapi begitulah kenyataannya.
***
Ini ceritaku di masa lalu...
Menemukanya kemudian mencintainya.
semudah itu hubungan itu terjalin. Begitu cepat namun juga bukan hubungan yang singkat,karena tiga tahun menurutku bukan waktu yang sebentar untuk saling mencintai dan saling mengenal satu sama lain.
Mengenalnya dengan hati,memahaminya dengan pikiran-pikiran yang terkuras hanya untuknya. Jantungpun yang dia minta mungkin akan ku berikan.*syukurnya dia ga pernah minta itu.
Cinta untuknya utuh,hanya terbagi sedikit, itupun untuk keluarganya. Tak ada tmpat untuk orang lain,bahkan untuk mencintai diri sendiripun rasanya ogah-ogahan.*lebay lagi
Tapi memang seperti itulah adanya(saat itu),bukan hanya dua pribadi yang sedang mencintai,tapi juga dua keluarga yang sudah terjalin silaturahmi erat,bak menyatu dalam kata "Besanan"..heheehe,
Ya,mereka(keluarga kami) terlanjur mengarang masa depan indah untuk kami(saat itu).
Mungkin karena merasa terlalu memiliki,takut kehilanganlah,jadi kami mungkin agak sedikit mengekang satu sama lain,bahasa kerennya posesive,, euy..
Sebenarnya ini hal yang lumrah dalam sebuah hubungan. Tapi kami melakoninya terlalu mendalami,hingga akhirnya itu seperti mengikat dan menjauhi kami dari dunia luar. *Maksudnya??
Iya,mau ngapa2in ga bisa,mau ksana lapor dulu,mau ksini bilang dulu,mau ngapa2in harus minta ijin dulu.
Sialnya,ini berlangsung selama tiga tahun=360hari+360hari+360hari=hitung sendiri jadi berapa hari..
Bayangkan saja melakukan hal itu stiap hari. Kalo di pikir secara logika,ini namanya pembunuhan karakter. Gimana enggak,tiap mau kemana pun gharus ijin,bahkan jalan sama sahabat sekalipun. Ga mungkin orang tidak akan menganggap kita menyenangkan kalo tiap jalan dengan kita seperti ada "anjing pelacak" yang mengikuti. Seperti narapidana yang kabur dari penjara.ckckcck
Ya,seperti itulah dia mencintaiku bertahun-tahun.
Sialnya aku menikmatinya,mungkin hal itulah yang membuatku begitu berat melupakannya,karena tiap menit*benar-benar tiap menit sodara-sodara*,aku mendengar suaranya,memantauku dari jauh,aku benar-benar merasakan dia sangat takut kehilanganku. Selalu ada untukku,pacar SIAGA(siap,antar,jaga) heheehe
Dia seperti mengalir dalam darahku. Full perhatian,full kasih sayang. Seperti tak bisa lepas dari pandangan mataku. Benar-benar seperti tak ada celah untuk orang lain.
Dia bisa memberiku apa saja. ya,apa saja.
Waktu cepat berlalu.
Hari-hari bersamanya seperti sudah tak indah.
Ada saja hal kecil yang bisa mengembang jadi polemik berkepanjangan.
Keegoisan yang muncul entah dari mana,atau prasaan-prasaan jenuh yang kian bermekaran. Dan kami pun seperti sudah tak saling percaya. Kebiasaan-kebiasaan yang mulai berubah,seperti tak ada tempat lagi untuk canda tawa.
Atau mungkin dia yang sudah tak punya hati.
Aku seperti sudah tak sanggup lagi menghadapinya,ku kutip sebuah kata dari novel Raditia Dika untuknya : "mungkin kita telah meredup,pada hati,pada kepercayaan yang sudah lama sekarat,dan akhirnya mati diam-diam..mungkin janji yang dulu kita buat terlanjur indah,tapi akan mudah kita lupakan ketika kita membuat janji baru dengan orang lain,nanti..."
Ku katakan ini agar mungkin,dia bisa sedikit berpikir waktu itu hubungan kami sedang tidak baik. Tapi rasa-rasanya dia seperti tidak takut kehilnganku. Entah apa yang membuatnya seperti itu,
"sayang,cinta ini bukan cuma kamu yang rasa,tidak bisakah kita meperbaiki semuanya dari awal??"mohonku saat itu.
Namun hidup harus memilih,"cinta tak semudah yang ku bayangkan,jika kamu tak inginkan ku disisimu"*sebaris syair>>dilema cinta by ungu.
Tragiiiisss...cinta oh cinta
Terlalu mencintai,terlalu berpikir bahwa hanya lah dia satu-satunya,bahwa dialah yang terakhir, sungguh tak baik.
Tak mudah memang melupakan orang yang pernah kita cintai. Sekuat apapun usaha kita untuk mencoba tegar,pasti ambruk jika kenangan-kenangan kembali terkenang.
aku seperti tak mampu meyakini hatiku bahwa aku mampu berlalu.
Sesuatu yang terus ada,kemudian tiba-tiba hilang,itu berat.
Jadi seperti orang bingung,linglung,ga tau harus bagaimana.
sebuah catatanku yang ku ambil dari akun facebook ku :
Permohonan kedua
Aku rela jika harus lebih berwarna,atau pun hitam mendominasi.Kendati tiap kata yang terdengar terasa membakar dan menusuk.
Walaupun setiap kali mata terpejam,kemudian pasti bulir-bulir hangat itu ikut menetes tanpa henti,seketika sarafpun bekerja lebih keras,merubah irama jantung menjadi lebih cepat
Sekalipun irama itu terhenti,
dan Sujudku ini adalah permohonan,
aku rela,jika harus,aku dengan mengiba,
di antara isak dan lirih kupanjatkan padaMu,ya Allah,ya Rabb,
jika detak ini terhenti,ku memohon jika saja bisa,agar jantungku berdetak lagi,sekali saja,agar ku bisa merasakannya lagi,detakan yang berirama menggetarkan,
ketika ku dengar dia berbisik perlahan menyebut namaku,ketika dia masih di sisiku..
Sebuah catatan kehilangan. *kayak kehilangan STNK ajah,pake buat surat keterangan kehilangan,wkwkwkwk
![]() |
| Tersangka utama>>kanan(yang pake kacamata) |
Iwan setiawan..
Jika kita bersalah PadaNya,mohonkan ampun untukku juga. Jangan pernah berpikir untuk kembali padaku. Walaupun dulu aku benar-benar merasa kehilanganmu. seberapa kerasnya usahamu,tapi untuk kembali rasanya adalah hal yang bodoh,heheehe..Keledai saja tidak akan masuk ke dalam lubang yang sama untuk ke dua kalinya.
Salam piss selalu jika suatu hari kamu membaca tulisan ini. Tidak ada maksud jahat aku menulis ini. Ini semata-semata untuk ku belajar,kesalah-kesalahan yang lalu,harusnya tak akan ku lakukan lagi sekrang.
***
Jika saja dulu aku tak pernah merasa kehilangan,mungkin tak sesakit ini.
Yah,jika merasa begitu kehilangan untuk sesuatu yang pernah kita miliki adalah yang hal yang wajar.
Tapi sekarang,aku kenapa merasa begitu kehilangan untuk sesuatu yang tak pernah benar-benar ku miliki??? Ini seperti tak wajar. Apa karena aku terlanjur berharap??
Tapi mau bagaimana,Tuhan mungkin tak inginkan dia untukku. Rasa kehilangan ini semoga hilang bersama waktu.

Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.
ReplyDeleteAda saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang, sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.
Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.
Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.
Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.